Timur  Tengah selalu identik dengan minyak, gurun pasir, unta, dan negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim. Selain hal-hal tersebut, Timur Tengah juga merupakan surga prostitusi yang bagi beberapa orang sangat tabu membahasnya. Negara di kawasan Timur Tengah selalu dianggap lebih agamis ketimbang Indonesia yang notabene punya penduduk Muslim terbesar di dunia.

Di negara-negara yang banyak menerapkan syariat Islam itu prostitusi ternyata masih ada. Bahkan bisa dibilang jumlahnya banyak dan berlangsung secara diam-diam. Berikut fakta miris prostitusi di Timur Tengah yang jarang sekali dibahas banyak orang.

Salah satu dampak dari perang adalah munculnya kemiskinan yang akut. Hal ini membuat banyak manusia mampu melakukan apa saja termasuk menjual dirinya sendiri. Kejadian mengerikan ini terjadi di Irak. Negara yang selalu diguncang perang ini mengalami darurat prostitusi. Bagaimana tidak, banyak sekali gadis muda yang menjual jasa plus-plusnya hanya karena tidak memiliki yang untuk hidup.

Banyak gadis-gadis Irak miskin yang akhirnya mengungsi ke Suriah. Di sana mereka menjajakan diri di kota besar seperti Damaskus. Para gadis ini bekerja sendirian atau pun di bawah pengepul yang sering mendatangkan tamu dari kawasan Eropa. Saat Suriah terjadi konflik parah seperti sekarang, mereka banyak diungsikan ke Eropa atau dibiarkan begitu saja.

Salah satu negara yang masuk dalam kawasan Timur Tengah adalah Bahrain. Negara ini dikenal sangat maju dalam hal industri dan pariwisata. Salah satu pariwisata yang menjadi andalan meski tersembunyi adalah wisata prostitusi. Di kota besar di Bahrain prostitusi dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Bahkan banyak turis datang jauh-jauh ke sini hanya untuk merasakan industri plus-plus.

Selain Bahrain, di Dubai, UEA industri plus-plus ini berkembang dengan sangat pesat. Terlebih saat ini Dubai menjadi salah satu destinasi wisata andalan turis-turis dari Eropa. Bisnis haram ini akhirnya berkembang dengan menyetok wanita-wanita dari kawasan negara Arab dan timur jauh seperti Tiongkok dan Jepang.

Selama ini prostitusi selalu identik dengan wanita. Namun, prostitusi pria juga sangat banyak terjadi di dunia ini, termasuk di kawasan Timur Tengah. Di kawasan seperti Jeddah dan Marrakesh, banyak anak muda yang menjajakan dirinya baik kepada pria mau pun wanita. Asal harga yang ditawarkan sudah sesuai mereka biasa dibawa ke mana saja sesuai dengan keinginan.

Selain di kawasan Arab, kawasan Suriah yang sedang berkonflik pun tak lepas dari industri prostitusi pria. Di kota seperti Damaskus, mendapatkan pria yang bisa diajak kencan sangatlah banyak. Biasanya ada kelab malam yang memang dibuat khusus untuk tempat nongkrong para penjaja jasa ini. Meski negara tersebut memiliki penduduk Muslim banyak, praktik-praktik menyimpang ini kadang dianggap biasa.

Hingga tahun 2013, setidaknya ada 750.000 budak di kawasan Timur Tengah. Meski era perbudakan sudah habis karena melanggar HAM, budak tetap diperjualbelikan secara terselubung. Keluarga-keluarga kaya di kawasan Timur Tengah bisanya memiliki banyak sekali budak yang mayoritas seorang wanita. Mereka biasanya akan mengerjakan tugas rumah, hingga disuruh untuk melayani kebutuhan batin.

Di beberapa wilayah, budak-budak kadang dijual dan dipekerjakan sebagai wanita tunasusila. Mereka akan disuruh melayani tamu-tamu yang dianggap penting atau dijual bebas kepada turis yang kebetulan masuk ke kawasan Timur Tengah untuk mendapatkan liburan yang menyenangkan.

Prostitusi putih adalah sebuah tindakan yang sebenarnya secara moral tidak benar namun dianggap tidak melanggar hukum. Misal orang tua si Suriah hobi sekali menjual anak gadisnya dengan harga tinggi untuk pernikahan yang tidak permanen. Artinya jika waktu pernikahan habis, maka tidak ada lagi hubungan resmi. Praktik ini juga banyak dilakukan di Iran hingga pernikahan pada anak-anak meningkat tajam.

Pernikahan ini sering disebut dengan pernikahan kontrak atau mut’ah. Individu-individu kaya dari negara Timur Tengah biasanya membeli wanita di kawasan Mesir. Mereka akan membayar mahal untuk mengadakan pernikahan kontrak. Setelah kontrak selesai, pernikahan itu selesai dan mereka bisa kembali lagi ke negara dan berkumpul dengan istri dan anak.

Hidup Tersiksa PSK Dubai

What are some unwritten rules everyone should know before going to Dubai? -  Quora

Seorang gadis Nigeria mendekati turis asal Inggris “Angus Thomas”, menawarkan kepadanya hubungan seks, tetapi ia melihat tanda-tanda stres dan penderitaan di wajahnya.

Ketika mereka mengobrol lebih jauh, ternyata gadis itu dibawa ke Dubai dari Nigeria pada Agustus 2019 untuk bekerja sebagai perwakilan untuk penjualan sebuah produk, tetapi dia justru dimasukkan ke dalam anggota jaringan prostitusi setelah tiba di UEA.

“Amy,” mengatakan kepada pria berusia 25 tahun itu, Thomas, bahwa dia mendapati dirinya menjadi tahanan di sebuah rumah yang dikelola oleh seorang wanita Nigeria dan putranya.

Ketika Thomas bertanya kepada Amy apakah dia ingin kembali ke negaranya, dia mengatakan bahwa wanita yang merekrutnya mengharuskan dia membayar 10.000 pound, agar dapat membebaskan dirinya.

Keduanya saling bertukar nomor telepon, dan Thomas memperoleh salinan dokumen dan identitas Amy. Thomas juga mendokumentasikan luka-luka di tangan wanita Nigeria itu. Amy kemudian memberinya nomor telepon, alamat wanita dan putranya.

Ketika Thomas kembali ke London, ia menerima panggilan video dari Amy, menunjukkan kepadanya luka-luka yang dideritanya sebagai akibat penyiksaan, dan mengatakan kepadanya bahwa putra wanita itu menyiksanya dengan meletakkan bubuk cabai di dalam vaginanya, karena tidak dapat menghasilkan uang.

Thomas berencana untuk menyelundupkan Amy, dan menyediakan biaya perjalanan untuk Amy agar dapat kembali ke Nigeria, tetapi kisah itu tidak berakhir di sana. Kabar terakhir menyebutkan lima wanita lain masih ditahan di rumah yang sama. Penyelidikan kemudian menemukan 16 gadis ditahan di apartemen lain.

Thomas menghubungi sejumlah organisasi, dan Badan Nasional yang khusus memerangi perdagangan manusia di Benin, NAPTIP. Dia kemudian berhasil mengembalikan gadis lain bernama Bindi, dan 3 orang lainnya, termasuk wanita yang mengawasi penyiksaan Amy dan teman-temannya.

Thomas dan putrinya meluncurkan kampanye penggalangan dana untuk membantu menebus gadis-gadis itu dan memulangkan mereka ke negara asalnya.

Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri AS, pada 2009, menempatkan UEA dan Bahrain di antara negara-negara terbesar di dunia, yang terlibat dalam kejahatan perdagangan manusia.

Satu jaringan penyelundupan manusia yang memaksa remaja masuk dalam kegiatan prostitusi dibongkar, kata polisi Dubai, Uni Emirat Arab. Jaringan prostitusi tersebut dipimpin oleh seorang perempuan “berkebangsaan Asia”, kata polisi Dubai di dalam satu pernyataan, tanpa menyebutkan negara asal perempuan itu.

Selama penggerebekan itu, polisi membebaskan seorang anak perempuan yang berusia 15 tahun. Ditemukan juga daftar berisi nama dan nomor telepon pelanggan, serta uang yang telah dibayarkan untuk rumah bordil itu.

Polisi telah meningkatkan perangnya melawan penyelundupan manusia dan prostitusi dalam beberapa bulan belakangan, demikian laporan Xinhua.

Pada April dan Juni tahun ini, polisi Dubai membongkar satu jaringan penyelundupan manusia yang dilakukan oleh gerombolan Filipina dan Eropa.

Prostitusi, perzinahan dan penyelundupan manusia adalah kejahatan yang pelakunya diganjar hukuman berat di Kerajaan Arab itu.

Perempuan pekerja seks dan mucikari biasanya dijatuhi hukuman penjara untuk waktu lama dan akan diusir dari Uni Emirat Arab, setelah mereka menjalani hukuman penjara, jika terpidana adalah orang asing. Dua puluh persen dari 8,5 juta warga Uni Emirat Arab adalah orang asing.

Korban Penjualan Manusia di Dubai

Agony of women enslaved by Dubai sex trade - Page 2 of 2 - The Sauce

Ratusan gadis muda asal Bangladesh dibawa ke Dubai , Uni Emirat Arab,dan dipaksa menjadi pekerja seks. Praktik sex trafficking ini terbongkar setelah polisi Bangladesh menangkap tiga pria yang terlibat dalam penyaluran ratusan perempuan tersebut.

Polisi, pada hari Senin, mengatakan ratusan gadis berusia 18 hingga 25 tahun dibawa ke Dubai dengan dijanjikan bekerja sebagai pembantu rumah tangga atau pun penari. Namun, mereka dipaksa menjadi pekerja seks.

Ratusan korban tergiur janji pekerjaan itu karena mendapat gaji sebulan yang dibayar di muka dan diberi tahu bahwa mereka akan bekerja sebagai pembantu rumah tangga atau pun penari. Tetapi ketika mereka sampai di Dubai, banyak yang dipaksa berhubungan seks demi uang dan dipukuli jika mereka menolak.

Dari tiga pria yang ditangkap, satu di antaranya diduga sebagai pemimpin kelompok sex trafficking. Dia telah bersembunyi di Bangladesh sejak dideportasi dari Dubai awal tahun ini.

Menurut polisi, pria tersebut ditangkap atas tuduhan perdagangan manusia ketika mencoba meninggalkan negara itu awal bulan ini. Dia, lanjut polisi, menyebut kedua pria lainnya yang ditangkap sebagai “perantara”. Polisi masih memburu para tersangka lain.

“Kami telah menangkap pemimpin sindikat ini. Tetapi ada anggota lain yang melanjutkan bisnis ini. Kami akan menangkap mereka sesegera mungkin. Hanya 20 persen dari pekerjaan yang telah dibatalkan,” kata Imtiaz Ahmed, wakil inspektur jenderal Departemen Investigasi Kriminal Kepolisian Bangladesh, seperti dikutip Edisi Bonanza88 dari Reuters.

“Gadis-gadis yang mereka targetkan berusia antara 18 hingga 25 tahun. Beberapa dari mereka adalah pekerja garmen, beberapa sedang mencari pekerjaan. Para pedagang manusia telah bekerja setidaknya selama delapan tahun dan kami memperkirakan mereka mengirim ratusan perempuan,” paparnya.

Bangladesh telah meningkatkan upaya melawan pedagang manusia setelah 24 warganya terbunuh di Libya pada bulan Mei. Bulan lalu setidaknya 50 orang ditangkap dalam satu operasi.

Bangladesh memotong birokrasi untuk membawa pulang gadis-gadis yang diperdagangkan ke India

Tetapi para ahli telah memperingatkan bahwa negara tersebut perlu meningkatkan tingkat hukuman pelaku perdagangan manusia jika ingin mengekang kejahatan tersebut.

Lebih dari 4.000 kasus perdagangan manusia masih menunggu penyelidikan atau pun penuntutan pada akhir tahun lalu.

“Karena investigasi yang buruk dan kurangnya bukti, banyak dari mereka yang ditangkap tidak dihukum berdasarkan hukum,” kata Shakirul Islam, kepala kelompok pembela hak-hak migran Ovibashi Karmi Unnayan Program.

“Perlu ada lebih banyak contoh pelaku perdagangan manusia yang dihukum.”

Setidaknya enam orang Bangladesh dipenjara di Dubai tahun lalu karena memperdagangkan perempuan, termasuk anak di bawah umur.

Ahmed mengatakan sifat kejahatan lintas batas membuatnya sulit untuk dikendalikan. “Kami mendemotivasi para pedagang lokal dengan menangkap mereka. Tapi tidak banyak yang bisa kita lakukan tentang mereka yang tinggal di luar negeri,” ujarnya.

Dubai, Las Vegasnya Timur Tengah

Dubai Nightlife: Best Bars and Nightclubs (2020) | Jakarta100bars Nightlife  Reviews - Best Nightclubs, Bars and Spas in Asia

“Mereka terlihat seperti model, seperti gadis Instagram dengan pakaian renang. Mereka semua bertemu di lobi hotel yang dipenuhi 100 hingga 150 gadis yang bekerja di ‘pasar daging’ di Dubai, seperti AS. Setiap orang menghabiskan NIS 50.000, sekitar USD15.000 , selama seminggu. Itu banyak uang. Pada hari tertentu, saya membawa 5 anak perempuan ke penthouse hotel.”

Para wisatawan seks Israel telah mengungkapkan bahwa hotel Dubai menampung pelacur dari seluruh dunia, termasuk Brazil, Rusia, Peru dan Bolivia, dan harganya lebih dari USD700 semalam.

“Ini adalah perjalanan yang mahal dan hanya orang Israel dengan uang yang pergi ke Dubai. Perjalanan akhir pekan ke Dubai berharga USD30.000. Semuanya mahal. Tiket masuk kelab adalah NIS 1.000 per orang, lalu Anda membeli botolnya, lalu Anda makan, lalu seorang gadis datang ke sana. Anda, dan malam itu menghabiskan biaya USD5.000 hingga USD6.000,” imbuh turis Israel tersebut.

Sulit dipercaya bahwa Dubai menyaksikan ekses terburuk dari industri seks, tetapi itu benar. Orang Israel pergi ke Dubai seperti mereka pergi ke Bucharest atau Thailand, hanya saja di Dubai harganya jauh lebih tinggi dan pelacur ditemukan di mana-mana.

Menurut sampel acak wisatawan seks Israel, Dubai sekarang menjadi tujuan utama mereka; kota nomor satu untuk seks; dan lebih mudah bagi mereka untuk bepergian ke Dubai daripada ke Rumania, meskipun biayanya lebih mahal.

Apa yang terjadi di Dubai merupakan perluasan dari industri seks Israel, dengan aplikasi prostitusi yang mengiklankan wanita yang beroperasi di Dubai. UEA telah menjadi kota dosa di Teluk dan salah satu ibu kota pariwisata seks dunia. Buah normalisasi adalah bahwa orang Israel sekarang sangat terlibat dalam seluruh bisnis yang memalukan.