Kita sering melihatnya dalam film-film Hollywood. Biasanya tarian ini ditampilkan melalui adegan dalam sebuah klub striptease. Penari yang cantik dan bahenol akan menari dan meliak-liuk mengelilingi tiang dengan tubuhnya. Aksi ini dapat membangkitkan hasrat seksual, namun sejatinya tarian tiang adalah sebuah bentuk kesenian sekaligus olahraga.

Meskipun sering dicitrakan melalui aktifitas-aktifitas bejat, tarian tiang atau pole dancing merupakan tarian yang memiliki sejarah panjang. Saking panjangnya sejarah tarian ini bahkan bisa ditarik hingga ribuan tahun lalu. Catatan pertama tentang tarian yang serupa tarian tiang ditemukan pada abad ke-12. Tarian kuno pertama yang digadang-gadang merupakan akar dari tarian tiang adalah Mallakhamb.

Gunakan Tiang

Pole Dance & Striptis, Serupa Tapi Tak Sama. Apa Bedanya?

Mallakhamb sebenarnya bukan merupakan tarian, melainkan sebuah cabang olah raga tradisional yang berasal dari India. Penampil Mallakhamb biasa menggunakan tiang kayu untuk melakukan atraksinya. Sebagai olah raga, Mallakhamb dapat digambarkan sebagai semacam senam akrobatik yang dikombinasikn dengan teknik dan gerakan-gerakan yoga yang dilakukan di atas tiang.

Perbedaan paling mencolok dari tarian tiang dan Mallakhamb adalah bentuk tiangnya. Jika tarian tiang modern menggunakan tiang besi yang ramping, Mallakhamb menggunakan tiang kayu yang tebal dan lebar. Mallakhamb disebut sebagai akar dari tarian tiang karena merupakan bentuk pertunjukan paling tua yang menggunakan tiang tegak sebagai sarana utamanya. Sebagai olahraga, tentu penampil Mallakhamb perlu memiliki kekuatan, kelincahan serta stamina yang tinggi.

Mallakhamb biasa dilakukan oleh laki-laki tanpa mengenakan busana lebih dari celana pendek. Kostum penampil Mallakhamb yang minim ini lebih memungkinkan mereka untuk luwes beratraksi di atas tiang tanpa tergelincir karena serat kain yang halus. Gerakan Mallakhamb biasa dimulai dengan awalan di mana si penampil berlari dan mencoba melompat setinggi-tingginya ke arah tiang. Setelah berhasil menangkap tiang, barulah sang penampil akan beratraksi meliak-liuk dengan tubuhnya di atas tiang.

Dihimpun Edisi Bonanza88 dari beberapa sumber, ketika berada di atas tiang, penampil Mallakhamb akan menampilkan trik-trik yang akan mencengangkan orang awam. Mereka bisa bergantung tanpa terjatuh dari tiang meski hanya menggelayutkan dua punggung kakinya ke arah tiang.

Bergeser sedikit ke Timur dan kita akan menemukan senam lain yang menggunakan tiang sebagai sarana. Senam ini disebut sebagai Tiang Cina, dinamakan demikian karena memang senam ini ditemukan dalam budaya yang ada di dataran Cina.

Dalam senam ini, penampil biasanya menggunakan dua tiang yang bisa setinggi 20 kaki. Melalui tiang kembar itu, sang penampil akan memanjat dan bahkan berlompat-lompat dari tiang yang satu ke tiang yang lain.

Berbeda dengan tiang yang digunakan oleh Mallakhamb, tiang yang digunakan dalam Tiang Cina biasanya terbuat dari silikon yang telah dilapisi bubuk bubuk yang menempel. Penggunaan lapisan bubuk ini adalah supaya si penampil bisa bebas beratraksi tanpa takut terjatuh, meskipun menggunakan kostum lengkap.

Kostum yang biasa digunakan beragam, dan kadang tergantung tradisi setempat. Pada zaman modern, senam ini dilakukan dengan kostum senam layaknya senam kesehatan biasa.

Mallakhamb maupun Tiang Cina dapat dikatakan merupakan bentuk awal dari tarian tiang yang lebih bisa disebut sebagai senam. Hal ini juga dikarenakan dua olah raga tersebut lebih banyak memanfaatkan aspek ketahanan tubuh ketimbang aspek estetika.

Salah satu akar lainnya dari tarian tiang adalah tari perut khas Mesir atau Ghawazi. Pada abad 19, tarian Ghawazi ini cukup populer di Amerika Serikat. Bukannya tanpa sebab, pada abad 19 awal Ghawazi sempat dicekal oleh pemerintahan Mesir Utara yang saat itu dipimpin oleh Muhammad Ali. Pemerintahan Muhammad Ali menilai Ghawazi ini sebagai bentuk tarian kelas bawah yang tidak memiliki esensi dan nilai tradisi.

Di pertengahan abad 19, Ghawazi mulai dikenal melalui catatan-catatan perjalanan para pelancong dari barat. Para pelancong ini biasa menatap para penari Ghawazi perempuan dengan tatapan cabul. Mereka terangsang melihat gerakan-gerakan penari Ghawazi perempuan yang seringkali mengenakan pakaian yang terbuka.

Ketertarikan cabul ini yang menyebabkan citra penari perut sebagai tarian yang erotis dan laku dijual sebagai fantasi seksual pria-pria Eropa.

Setelah dicekal oleh pemerintah Mesir, para penari Ghawazi menyebar ke semenanjung Arab hingga Eropa. Beberapa di antaranya menari di tempat-tempat publik untuk mendapatkan recehan dari para pelancong yang hilir mudik di tengah kota.

Beberapa yang lain sengaja datang ke pusat bisnis prostitusi di mana terdapat banyak rumah bordil. Pada masa ini, banyak dari mereka yang diekspor ke Dunia Baru atau Amerika Serikat untuk menampilkan tariannya di panggung keliling.

Panggung keliling merupakan salah satu aspek kultural yang penting dalam budaya populer Amerika. Pasalnya, pada panggung ini lah orang Amerika Serikat biasa menikmati pertunjukan-pertunjukan eksotis yang berasal dari seluruh dunia.

Panggung keliling biasa menjadi elemen komplementer di setiap pertunjukkan sirkus. Setelah warga asik disuguhi pertunjukan utama yang berada dalam tenda sirkus, mereka bisa menikmati pertunjukan-pertunjukan sampingan dengan merogok kocek sedikit lebih dalam.

Panggung keliling menampilkan banyak macam pertunjukan. Dari tarian atau musik yang berasal dari seluruh dunia, maupun orang-orang dengan keahlian yang unik dan memiliki bakat anomali. Misalnya pertunjukan anak kembar siam, orang kerdil, dan tarian eksotis dari seluruh dunia. Salah satu dari tarian eksotis ini adalah Ghawazi, dan dalam beberapa kesempatan penari Ghawazi juga bertemu dengan penampil Tiang Cina maupun Yogi dari India.

Baru pada 1920, para penari Ghawazi dituntut unuk menampilkan dansa yang lebih erotis agar bisa mendulang untung lebih banyak. Mereka lalu menggunakan tiang untuk menciptakan gerakan yang lebih erotis dan merangsang, memanfaatkan gerakan-gerakan Tiang Cina maupun Mallakhamb untuk bisa memukau pengunjung.

Dari Mesir ke Klub Bugil

Pole Dance Stretching Exercises Pole Dance Dehnübungen Ejercicios De  Estiramiento De Pole Dance - ##dance ##… | Pole dancing, Pole dancing  fitness, Pole dance moves

Tidak ada yang tahu persis bagaimana penari-penari erotis di panggung keliling mulai beraksi di tiang-tiang bar dan klub bugil. Namun baru pada 1980an kehadiran para penari tiang di klub bugil mulai merajalela.

Pada masa ini, para penari akan memiliki panggung sendiri untuk bisa menampilkan tarian-tarian erotisnya. Karena tampil di tempat berkumpul para hidung belang, penari akan semakin menyempurnakan tariannya ke arah yang lebih erotis dan merangsang. Gerakan dan triknya juga diciptakan dengan tujuan untuk merangsang para pengunjung.

Meskipun pada masa ini tarian tiang mulai dikenal dengan citra yang lebih erotis, namun pada saat yang bersamaan di tempat-tempat inilah tarian tiang modern disemputnakan. Tarian tiang modern mengkombinasikan elemen-elemen atletis yang lincah dan akrobatik yang memikat untuk mencapai bentuk tarian yang lebih indah.

Bagaimanapun juga, citra dari tempat mereka tampil tidak dapat melepaskan keindahan itu dari gairah. Tarian tiang semakin erat kaitannya dengan perempuan-perempuan cantik nan bahenol menari dengan hanya mengenakan pakaian dalam.

Mereka juga kerap ditemukan menari menggunakan sepatu dengan hak tinggi. Kehidupan mereka banyak bergantung pada pendapatan dari klub maupun dari saweran yang diselipkan para pengunjung ke sela-sela pakaian dalam mereka.

Para penari yang semakin lama semakin banyak, semakin sering pula berkumpul dan membahas gerakan-gerakan baru. Dalam ekosistem ini mereka saling bertukar ide dan menyempurnakan gerakan masing-masing. Lebih jauh lagi, mereka bahkan mengembangkan tarian ke arah yang lebih akrobatik. Lambat laun, pengunjung juga disuguhi oleh gerakan-gerakan yang lebih anyar dan mumpuni.

Baru pada era 90an tarian tiang masuk ke dalam sanggar dan studio tari dan mulai dipelajari sebagai bentuk kesenian maupun senam kebugaran. Penari pertama yang disebut-sebut membawa tarian ini ke sanggar adalah Fawhia Monder Dietrich.

Upaya Merombak Citra

Pole Dance Exercises for Android - APK Download

Fawnia sendiri merupakan mantan penari bugil yang bekerja di kanada sejak usia 19 tahun. “Bekerja (sebagai penari bugil) di Kanada pada pertengahan 90an merupakan masa yang menyenangkan. Kami biasa manggung selama 18 menit lebih tiap ada pertunjukan,” jelas Fawnia menceritakan masa mudanya.

Selama aktif bekerja sebagai penari bugil, Fawnia mengaku berhasil mengurangi berat badannya secara drastis. Setelah memiliki tubuh yang semakin ramping, mencari peruntungan di tempat-tempat baru setiap minggunya. Setelah satu setengah tahun menjalani profesi tersebut barulah Fawnia berhenti dan mencari peruntungan dengan mengajar di sanggar.

Kisah Fawnia sebagai eks-penari bugil menjai inspirasi bagi banyak orang. Pasalnya, Fawnia benar-benar meninggalkan kehidupan prostitusinya dan mulai berusaha melepaskan tarian tiang dari citra seksualnya. Ketimbang untuk merangsang, Fawnia lebih tertarik untuk mendalami tarian tiang sebagai bentuk seni tari.

Fawnia memulai usaha kursus tarian tiangnya dari nol. Jika saat ini Anda dapat memiliki banyak pilihan untuk kursus tari tiang, pada masa itu Anda tidak akan menemukan satu pun pengajar yang rela mendidik penari tiang. Satu-satunya guru bagi para penari tiang adalah panggung tempat mereka bekerja.

Di sini lah Fawnia melihat kesempatan emas. Awalnya Ia mulai mendatangi klub-klub bugil dan mengajar para calon penari. Ia biasa memberikan pelatihan satu jam sebelum mereka manggung. Seringkali tawarannya ditolak, dan yang mampu Ia lakukan hanya menyebarkan selebaran kursus dan berharap suatu saat ada calon penari yang membutuhkan jasanya.

Lambat laun bisnis Fawnia semakin besar dan semakin populer. Ia kemudian membuka studio yang secara rutin didatangi oleh orang-orang yang ingin belajar tarian tiang meski memiliki beragam motif. Beberapa di antara mereka ingin merampingkan badan, olah raga rutin yang menyenangkan, atau bahkan benar-benar ingin menjadi penari bugil.

Pada satu kesempatan, studio Fawnia bahkan kedatangan tamu yang tak terduga. Idola remaja pada masanya, Britney Spears, sempat datang dan mengambil satu sesi kelas di sanggarnya. Hal ini membuat Fawnia terkejut. Selama 20 menit pertama Fawnia kagok dan berusaha memastikan tetap memberi arahan secara profesional.

Kelas itu menjadi canggung dan kaku karena kedatangan idola pop sebesar Britney. Namun, Fawnia bersiasat dengan langsung menanyakan pada Britney gerakan apa yang paling ingin Ia pelajari. Setelah mengetahui gerakan idamannya, Fawnia jadi lebih luwes dalam mengajar dan suasana latihan menjadi lebih cair.

Mengajar tarian tiang di sanggar olah raga merupakan cara Fawnia untuk membawa tari ini lepas dari industri prostitusi. Jika Fawnia melakukannya di Amerika Serikat dan Kanada, ada juga penari yang mencoba melepaskan citra buruk tarian tiang di Indonesia. Penari itu adalah Yohana Harso. Pada 2012, Yohana mengikuti ajang Indonesia Mencari Bakat musim ketiga.

Pada ajang pencarian bakat ini, Yohana menampilkan tarian tiang menggunakan gerakan, konsep, dan tema-tema yang beragam. Meskipun beragam, tidak ada tema tarian yang terlihat sensual dan erotis. Justru tarian tiang yang dibawakan Yohana membuat jenis tari ini terlihat anggun seperti balet. Sebelum mengikuti ajang ini, Yohanna telah memiliki segudang prestasi. Salah satunya adalah penobatannya sebagai Miss Pole Dance Singapore pada 2011.

Yohanna datang ke ajang Indonesia Mencari Bakat musim ketiga dengan berbekal satu tujuan. “Aku mau mengenalkan olahraga ini supaya lebih dikenal publik Tanah Air,” ujar Yohanna.

Ketekunan Yohanna juga didasari oleh motif yang sama dengan Fawnia. Keduanya merasakan tarian tiang bukan hanya sebatas olah raga maupun cara mencari uang. Tarian tiang juga merupakan bentuk kesenian yang membutuhkan penumpahan emosi dan kreatifitas saat menari.

“Aku ini seniman yang cuma mau sampaikan apa yang aku suka, caranya, ya lewat tarian di pole dance,” tegas Yohanna.