Wendy’s adalah rantai restoran cepat saji internasional Amerika yang didirikan oleh Dave Thomas pada 15 November 1969, di Columbus, Ohio.

Gagasan untuk hamburger “old fashioned” milik Wendy’s diilhami oleh perjalanan Dave Thomas saat pergi ke Kewpee Hamburger di kota kelahirannya Kalamazoo, Michigan. The Kewpee menjual hamburger berbentuk persegi dan susu kocok yang sangat kental. Informasi : Waralaba Makanan Jepang di Indonesia

Hal inilah yang akhirnya membuat Thomas membangun Wendy’s di Columbus, Ohio, pada tahun 1969. Roti berbentuk persegi memiliki sudut-sudut yang menonjol sehingga pelanggan dapat dengan mudah melihat kualitas daging dalam roti tersebut merupakan ciri khas Burger yang dimiliki oleh Wendy’s.

Thomas memilih nama Wendy’s’s untuk menghormati putrinya. Dia ingin memberi pelanggannya makanan cepat dan lezat, dalam suasana keluarga. Satu tahun kemudian, Thomas membuka restoran kedua, juga di Columbus. Restoran ini memiliki jendela drive-thru modern pertama di antara restoran cepat saji lainnya di amerika saat itu.

Wendy’s berkembang dengan cepat setelah pembukaan restoran keduanya. Pada 1976, Wendy’s telah membuka waralaba sebanyak lima ratus restoran, termasuk beberapa di Kanada. Baca juga Kolonel Sanders Pendiri KFC yang Produktif di Usia Tua.

Dua tahun kemudian, perusahaan telah membangun seribu restoran, dan pada tahun 1979, perusahaan mengoperasikan lebih dari 1.500 restoran, termasuk beberapa di Meksiko.

Pada tahun 1979, Wendy’s adalah restoran cepat saji pertama yang memperkenalkan salad bar. Perusahaan terus menambah sekitar lima ratus restoran setiap tahun selama awal 1980-an.

Selama 1990-an, Wendy’s terus berkembang, hingga pada tahun 2001 Wendy’s telah mengoperasikan lebih dari enam ribu restoran.

Pertumbuhan perusahaan tersebut sebagian disebabkan oleh iklan kreatifnya. Pada tahun 1984, perusahaan memperkenalkan kampanye “Where’s the Beef”, yang mengolok-olok hamburger restoran lain.

Ungkapan ini menjadi slogan bagi orang Amerika selama pertengahan 1980-an. Dave Thomas juga membintangi sebagian besar iklan Wendy’s dari akhir 1980-an hingga kematiannya pada 2002. Pelanggan mengenal Thomas dengan janjinya untuk menyediakan makanan berkualitas tinggi bagi mereka.

Wendys Thomas, Anak Perempuan Dave Thomas

Why Wendy's Founder Regretted Naming It After His Daughter | PEOPLE.com

Bintang bola basket John Havlicek, seorang alumnus Universitas Negeri Ohio, adalah salah satu dari investor Thomas yang paling awal, yang akhirnya membuat Havlicek memiliki dana pemasukan yang cukup untuk pensiun dengan nyaman.

Pada tanggal 31 Desember 2018, Wendy’s adalah rantai makanan cepat saji hamburger terbesar ketiga di dunia dengan 6.711 lokasi, mengikuti Burger King dan McDonald’s.

Pada 24 April 2008, perusahaan tersebut mengumumkan merger dengan Triarc Companies Inc., perusahaan publik dan perusahaan induk Arby’s. Meskipun memiliki kepemilikan baru, kantor pusat Wendy’s’s tetap di Dublin.

Pada tanggal 31 Desember 2018, terhitung ada total 6.711 outlet Wendy’s yang beroperasi, termasuk 353 gerai yang dimiliki perusahaan dan 6.358 restoran milik waralaba. 92% dari seluruh restoran yang beroperasi berlokasi di Amerika Utara.

Disaat itu juga Wendy’s menetapkan standar untuk penampilan gerainya, kualitas makanan, dan menu yang dijual, pemilik individu (Waralaba) memiliki kendali atas jam operasi, dekorasi interior, harga, seragam staf, dan upah.

Lokasi Wendy’s di Columbus kemudian ditutup pada 2 Maret 2007, setelah 38 tahun berbisnis karena penjualan yang menurun.

Kisah Dave Thomas

Wendy's Logo and the History of the Company | LogoMyWay

Dave Thomas sang pendiri restoran makanan cepat itu merupakan ayah dari si gadis kecil bernama Melinda Lou yang wajahnya selalu menghiasai logo Wendy’s. Nama perusahaannya pun disesuaikan dengan panggilan Melinda, Wendy. Saat itu, Wendy yang masih berusia delapan tahun melintas di depan sang ayah yang tengah bingung mencari logo untuk perusahaannya. Jadilah gambar wajah Wendy yang dirasanya lucu menjadi logo perusahaan.

Pria yang tak pernah bertemu dengan orangtua kandungnya ini mengasah kemampuan masaknya saat ikut perang di Korea. Dia juga belajar banyak hal dari waralaba KFC (Kentucky Fried Chicken). Alhasil, dia berhasil mendirikan perusahaan makanan cepat saji ketiga terbesar di dunia.

Selain kehidupan serba tragis yang dialaminya sejak kecil, Thomas juga punya pengalaman unik. Dia baru berhasil mendapatkan gelar ijazah SMA saat sudah berusia 61 tahun (seperti ikut kelas kejar paket A kalau di Indonesia).

Bagaimana logo bergambar wajah anak kandungnya itu berhasil membuat Wendy’s populer? Berikut lika-liku kehidupan Dave Thomas dan perusahaannya, Wendy’s, seperti dikutip dari If Today, New York Times, Biography, dan sejumlah sumber lainnya. Rabu (20/11/2013):

Pendiri Wendy’s Dave Thomas Kehilangan Tiga Ibu saat masih kanak-kanak

Dave's Legacy | Wendy's

Pada 2 Juli 1932, Rex David Thomas (Dave Thomas) lahir dengan selamat di Antlantic City, New Jersey. Kabarnya dia merupakan buah hati dari seorang wanita miskin dan tak ada satu pun yang tahu, siapa ayah Thomas.

Dia baru berusia enam minggu saat pasangan Rex dan Auleva Thomas mengangkatnya sebagai anak. Tak cukup menderita ditinggal ibu kandungnya sejak lahir, Thomas kecil kembali harus menghadapi kehilangan yang pahit. Ibu angkatnya meninggal dunia saat dia masih berusia lima tahun.

Ayah angkatnya menikah lagi dengan wanita lain yang umurnya pun tak panjang. Sekali lagi, di usianya yang ke-10, Thomas kembali kehilangan sosok ibu. Thomas pun akhirnya tinggal bersama nenek angkatnya, Minnie Thomas yang kemudian menjadi saudara terdekatnya. Sang nenek memberikan pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan pribadi Thomas.

Pilih putus sekolah demi kerja di restoran

Dave's Legacy | Wendy's

Setelah pindah ke Fort Wayne, Indiana, bersama ayah angkatnya yang telah menikah lagi, Thomas memperlihatkan sikap kerja kerasnya. Lahir tanpa pernah mengenal ibu kandungnya membuat Thomas sangat memahami arti tanggung jawab.

Sejak kanak-kanak, sambil sekolah, dia mulai mencoba berbagai pekerjaan. Thomas kecil pernah bekerja sebagai pengantar koran, caddy golf dan penjual soda. Saat berusia 12 tahun, Thomas bekerja di restoran, tapi tak bertahan lama, dia dipecat karena salah paham dengan bosnya.

Menginjak usia 15 tahun, Thomas menemukan pekerjaan tetapnya yang pertama di sebuah restoran. Bekerja paruh waktu di sela waktu belajarnya membuat Thomas sangat bersemangat.

Di saat yang sama saat Thomas mulai mencintai pekerjaannya, sang ayah angkat mengajak dia untuk menetap kembali di kampung halamannya. Namun Thomas menolak dan memutuskan untuk tinggal sendiri di Indiana. Keputusan besar lainnya yang dia buat semasa remaja adalah keluar dari sekolah dan bekerja `full time` di restoran.

Mantan relawan perang yang belajar jadi koki dari KFC

Kerasnya hidup yang dirasakan Thomas sejak kecil membuat dia tumbuh sebagai remaja pemberani. Buktinya, meski masih remaja dia tak takut menawarkan dirinya sebagai relawan perang di Korea. Dia bertugas menyiapkan makanan bagi para tentara di tengah perang yang berlangsung.

Setelah perang berakhir dan kembali ke AS, dia memilih untuk mengasah kemampuan memasaknya. Sebagai penghargaan atas kesetiaannya pada negara, dia mengajukan permohonan pelatihan memasak di Cook’s and Baker’s School do Fort Benning. Dia lalu diminta menyajikan makanan untuk para sersan di Jerman.

Data yang dihimpun Edisi Bonanza88, sekitar 1950-1960-an, Thomas mulai aktif terlibat di beberapa unit KFC. Dia bahkan menjadi salah satu bagian di balik kisah sukses KFC. Bersama Kolonel Sanders, pria muda tersebut mengembangkan berbagai proyek masakan untuk membuat KFC jauh lebih sukses dan lebih dikenal banyak orang.

Bahkan Thomas merupakan pencetus ide bagi Sanders untuk muncul di iklan produknya sendiri. Tak heran wajah Sanders banyak ditemukan di berbagai iklan KFC saat itu. Pengalaman memasak yang diperoleh Thomas dari KFC mengantarkan dia pada pintu gerbang restoran miliknya sendiri.

Jual saham KFC, Thomas bangun Wendy’s

Hi! I'm Dave Thomas founder of Wendy's : nostalgia

Berbekal pengalaman dan keahlian memasak dari KFC, Thomas memutuskan untuk membangun perusahaan makanannya sendiri. Usai menjual sahamnya di KFC seharga US$ 1,5 juta, dia lalu mendirikan restoran pertamanya `Wendy’s Old Fashioned Hamburgers` pada 15 November 1969.

Dia merupakan orang pertama yang sukses menerapkan layanan pesan antar di restoran lewat bisnis Wendy’s yang dibangunnya. Saat ini layanan tersebut diterapkan di hampir seluruh restoran cepat saji di dunia.

Meski KFC dan CFC (California Fried Chicken) sudah lebih dulu berdiri, Wendy’s merupakan perusahaan pertama yang memulai tren fast food (makanan cepat saji). Thomas mengasah kemampuannya menyediakan makanan tersebut saat dia memasak untuk 2000 tentara setiap hari saat ikut perang.

Sementara untuk urusan nama perusahaan, Wendy’s Old Fashioned Hamburgers, disebut-sebut berasal dari nama panggilan anak keempat Thomas, Melinda Lou Thomas. Tapi fakta lain menyebutkan, nama panggilannya bukan Wendy melainkan Wenda.

Gadis di logo Wendy’s masih hidup hingga sekarang

Uniknya, Asal-usul Nama Restoran Wendy's ini..

Thomas tahu dia memerlukan logo yang unik untuk mengundang para pengunjung mengingat bisnisnya masih baru dan menghadapi persaingan yang ketat. Pikirnya, gambar gadis kecil sebagai logo perusahaan makanan belum pernah ada sebelumnya. Baginya gambar gadis kecil akan menjadi ikon yang lucu dan luar biasa.

Saat itu dia melihat Wendy yang masih berusia delapan tahun dan berambut merah. Kulitnya yang putih bersih membuat bintik-bintik merah di wajahnya terlihat jelas. Thomas merasa wajah lucu anak kandungnya itu sangat cocok untuk menjadi logo perusahaan Wendy’s.

Dia lalu membuat animasi wajah Wendy dan menempelkannya pada logo perusahaan. Benar saja, enam minggu setelah logonya diluncurkan, bisnisnya berhasil meraup keuntungan besar. Saat ini, Wendy’s telah membuka 6.000 restoran di lebih dari 29 negara.

Seiring perkembangan zaman, logo Wendy’s telah beberapa kali mengalami perubahaan dan dibuat semakin dewasa. Sayangnya, berita kontroversial datang dari logo terbaru Wendy’s. Kata `mom` di logo tersebut memiliki pesan tersembunyi yang kebenarannya belum terungkap hingga kini.

Sementara itu, gadis kecil dalam logo Wendy’s masih hidup hingga sekarang. Wendy merupakan anak keempat Thomas yang lahir pada 14 September 1961. Dia saat ini telah dianugerahi seorang putri yang juga aktif bersama sang ibu mengembangkan bisnis peninggalan Thomas.

Lulus SMA di usia 61 tahun

Hidup Thomas dipenuhi berbagai kisah unik dan dramatis. Sepanjang hidupnya, Thomas selalu menyesali keputusannya untuk berhenti sekolah. Dia juga tak ingin anak-anak muda yang melihat kesuksesannya justru meniru sikapnya untuk keluar sekolah demi merintis bisnis.

Penyesalannya yang kuat mendorongnya membayar seorang tutor untuk mengajar dan mendidiknya. Di usia ke-61 tahun, Thomas pun lulus dari ujian dan mendapat sertifikat setara Paket C (untuk SMA sederajat).

Sementara pada usia 21 tahun, dia mencoba mencari tahu siapa ibu kandungnya. Malang nasib Thomas, sang ibu ternyata sudah meninggal dunia. Karena tak punya petunjuk apapun tentang keluarga sang ayah dia pun memutuskan untuk berhenti mencari jejak kedua orangtuanya. Hingga ajal menjemput pada 8 Januari 2002, Thomas tak pernah bertemu dengan kedua orang tua kandungnya.

Bantu anak Yatim Piatu

Pengalaman pahit tanpa orangtua kandung sejak bayi membuat Thomas sangat peduli pada anak-anak yatim piatu. Dia menggelar berbagai aksi peduli yatim piatu untuk menemukan rumah dan keluarga bagi anak-anak yang membutuhkan, khususnya bagi anak yang lebih tua dan cacat. Bagi Thomas, Setiap anak punya hak untuk bahagia.

Dave Thomas Foundation for Adoption telah memberikan banyak kebahagiaan bagi banyak yatim piatu saat itu. Melihat aksinya, Presiden Bill Clinton memberikan sumbangan bagi para orangtua angkat yang mau mengadopsi anak yatim piatu.

Thomas juga mendirikaan Education Foundation untuk orang-orang tua yang belum sempat menyelesaikan pendidikannya. Program tersebut juga dikhususkan untuk orang-orang dewasa yang tidak mampu dan menderita cacat.

Thomas mengaku tak layak jadi panutan anak-anaknya

Wendy's new adoption fundraiser is rooted in the inspiring pro-life story  of its founder

Saat masih bekerja di restoran, dia bertemu dengan pelayan cantik yang kemudian dinikahinya, Lorraine Buskirk. Keduanya menikah setelah tujuh bulan berpacaran. Keduanya dianugerahi lima anak yaitu Pam, Ken, Molly, Melinda Lou (Wendy), dan Lori.

Meski aktif membantu anak yatim piatu, Thomas mengaku tak pantas dijadikan sebagai panutan dan teladan bagi anak-anak kandungnya. Salah satu anaknya, Ken, mengaku ayahnya tampak tak terlalu senang tinggal di rumah bersama kelima anaknya. Bagi dia, rumah hanyalah tempat berkunjung dan bukan untuk dijadikan tempat tinggal.

Atas sikapnya itu, Thomas tak pernah meminta maaf. Thomas sebenarnya ingin bermain bersama anak-anaknya, tapi dia merasa tak nyaman melakukannya.