Ayu Ting Ting.

Wali Kota Bogor Bima Arya membicarakan soal efektivitas aturan ganjil genap yang diberlakukan di tengah pandemi Covid-19.

Ia belum bisa memastikan apakah aturan nomor plat kendaraan ini memang benar-benar efektif untuk menekan angka Covid-19 di Kota Hujan.

Menurut Bima Arya, dengan adanya aturan ganjil genap ini, Kota Bogor bisa meminimalisir adanya kerumunan dan mobilitas warga.

Meski begitu, jika bicara soal penurunan angka Covid-19, lanjut Bima Arya, pemerintah harus melihat dari beberapa faktor lainnya.

“Kalau dari segi mengurangi kerumunan dan mobilitas sangat efektif. Tapi kan kita harus lihat dari faktor-faktor lain. Termasuk kita pelajari trend Covid-nya, dan pelajari sektor ekonomi,” ucap Bima Arya.

Orang nomor satu di Kota Bogor itu menjelaskan bahwa saat ini wilayahnya sudah mulai ada penurunan jumlah positif Covid-19.

Meski begitu, Bima Arya tidak secara terang-terangan mengatakan bahwa hal itu terjadi karena diterapkannya aturan ganjil genap di Kota Bogor.

“Saya pernah menemukan 178 kasus (positif Covid-19) per hari, setelah itu menurun. Bahkan kemarin sempat di angka 50-an. Jadi saya melihat trend di kota Bogor sama dengan di global.”

“Mungkin sudah mengarah ke herd immunity. Mungkin sudah ada dampak dari vaksin. Jadi tetap kita jaga momentum ini.”

“Satgas akan rapat untuk menentukan langkah-langkah ke depan. Apakah ganjil genap lanjut, apakah ada hal lain,” kata Bima Arya menambahkan.

Lebih lanjut, Bima Arya mengatakan bahwa masyarakat Kota Bogor tetap harus berhati-hati, meski sudah mendapatkan vaksinasi dari pemerintah.

Karena menurutnya, beberapa orang yang sudah divaksin, bukan berarti bakal tidak akan terpapar virus mematikan asal Wuhan, China, tersebut.

“Divaksin itu bukan menutup kemungkinan untuk terpapar (Covid-19). Tetapi ketika terpapar, recover-nya akan cepat. Karena anti body-nya sudah ada,” tutup Bima Arya.