Ole Gunnar Solskjaer. (Foto: Sporting Life)

Pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer mengaku kecewa ketika anak asuhnya kebobolan di menit akhir laga babak 16 besar Liga Europa melawan AC Milan.

Seperti yang diketahui penikmat sepak bola, Manchester United sudah lebih dulu unggul 1-0 lewat gol Amad Diallo.

Akan tetapi, kemenangan mereka sirna setelah Simon Kjaer mampu menanduk bola di penghujung pertandingan.

“Saya sangat kecewa kebobolan dengan salah satu tendangan terakhir,” katanya kepada BT Sport. “Itu membuatnya lebih sulit, tentu saja, tapi itu akan selalu terjadi pada babak kedua.”

“Kadang-kadang sulit, di belakang permainan seperti yang kami alami, tapi itulah pembelajaran yang harus kami pahami sendiri.”

“Kami harus tampil setiap minggu karena kami bermain melawan tim yang bagus dan ini jelas tim yang bagus.”

Lebih lanjut, pelatih berkebangsaan Norwegia tersebut mengaku bahwa hasil imbang ini sangat adil bagi Manchester United.

“Satu dengan Dan James, babak kedua, itu terjadi pada saat-saat, Anda tidak terhubung dengan bola seperti yang Anda inginkan,” tambah Solskjaer.

“Kami bisa saja mencetak satu atau dua lagi, tetapi mereka (AC Milan) melakukan banyak upaya, terutama sundulan babak kedua [dari Rade Krunic], bisa saja masuk. Mungkin, skor imbang ini adalah hasil yang adil.”

Terlepas dari itu, Amad Diallo menjadi pemain non-Inggris termuda yang mencetak gol untuk Manchester United di kompetisi besar Eropa (berusia 18 tahun dan 243 hari). Ia mampu mencetak gol dengan upaya pertamanya untuk Setan Merah pada menit ke-50.