Gisel dan Michael Yukinobu De Fretes alias MYD alias Nobu.

Terdakwa yang dianggap sebagai penyebar video syur Gisella Anastasia dan Michael Yukinobu de Fretes, ternyata berawal dari grup WhatsApp (WA).

Saat ini, kejaksaan telah menetapkan tersangka bernisial PP dan MN sebagai pelaku penyebaran video mesuim berdurasi 19 detik tersebut.

Kedua tersangka itu pun akhirnya menjalani siding secara tertutup di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (09/03/21) kemarin.

Ketua majelis hakim meminta yang enggak berkepentingan untuk meninggalkan ruangan sebelum sidang tersebut di mulai.

Pengacara MN, Andreas Naho Silitonga sebelumnya menegaskan bahwa kliennya tidak bersalah karena tidak menyebarluaskan video syur Gisel dengan Nobu.

Lebih lanjut, kuasa hukumnya menjelaskan bahwa MN hanya menanyakan kebenaran dari video tersebut melalui aplikasi pesan instan, WhatsApp (WA).

“Niat dia itu sama sekali bukan untuk menyebarkan, dia bertanya kok,” kata Andreas Naho Silitonga.

MN membenarkan mengirim video tersebut ke dalam salah satu grup yang menyertakan dirinya. Tetapi setelah itu dirinya tidak mengedarkannya ke grup lain atau platform media sosial lain.

“Klien kami kan sudah saya sampaikan memang mengirimkan ke grup, itu udah clear enggak ada yang dipertanyakan itu,” kata Andreas.

Apa yang dilakukan oleh MN, menurut kuasa hukumnya tidak sama dengan menyebarluaskan video ke dalam sosial media secara luas seperti yang beredar di aplikasi Twitter.

Ia hanya mengirimkan ke dalam satu aplikasi yang sangat internal, dan tidak bisa diakses oleh orang-orang tak dikenal.

“Yang dilakukan hanya masuk ke grup WA, artinya kalau tersebar luas itu siapa pun orang, di mana pun dia bisa mengakses informasi tersebut itu artinya menyebarluaskan.”

“Kalau hanya ke dalam grup itu, saya kan enggak bisa masuk ke situ untuk mengakses, jadi sangat terbatas sekali. Beda kalau Twitter, kalau Twitter kan siapa pun bisa akses,” tutupnya.