Aprilia Manganang

Federasi Voli Indonesia (PBVSI) baru-baru ini memberikan penjelasan mengapa Aprilia Manganang masuk ke dalam tim putri.

Ketua III Bidang Kompetisi dan Pertandingan, Hanny Surkatty menjelaskan bahwa pihaknya yakin kalua Aprilia Manganang sebagai perempuan.

Itu berdasarkan dengan sejumlah dokumen negara yang dimiliki oleh Aprilia Manganang, plus serangkaian tes medis yang dijalani atlet.

“Sebelumnya, kami menempatkan Aprilia sebagai putri karena berdasarkan dokumen-dokumen negara yang sudah kami peroleh berupa KTP, Kartu Keluarga, dan paspor,” kata Hanny Surkatty.

Keyakinan PBVSI soal jenis kelamin Aprilia Manganang semakin menguat setelah ajang SEA Games 2015.

Panitia SEA Games 2015 saat itu membawa Aprilia untuk diperiksa tim medis. Hingga akhirnya, Aprilia diputuskan adalah seorang perempuan.

“Pada waktu SEA Games 2015 di singapura, Timnas voli putri diprotes oleh tim Filipina sehingga diambil keputusan bahwa dari komite medis SEA Games memeriksa keabsahan soal jenis kelamin Aprilia,” ujar Hanny.

“Setelah diperiksa oleh tim dokter di sana, yang juga ditemani oleh KONI dalam prosesnya, hasilnya Aprilia bisa bermain sebagai putri. Jadi, berdasarkan hal-hal tersebut kami yakin Aprilia adalah putri,” lanjutnya.

Berdasarkan hasil tes itu, seluruh negara peserta pun menerima dan sejak saat itu, Aprilia diyakini berjenis kelamin perempuan.

“Semua tim dari negara lain juga menerima hasil tersebut sehingga Aprilia bisa main di SEA Games Singapura dan SEA Games Kuala Lumpur (2017) saat mendapat medali perak,” tutur dia.