Setiap lelaki tentunya penasaran dengan cewek-cewek yang sering melakukan hubungan seks. Rasa penasaran mereka pun seperti bergejolak untuk mengetahui kebenarannya.

Bagi sebagian orang mungkin bisa mengetahui hal tersebut dengan cara mengenali beberapa tanda yang dialami si wanita.

Untuk lebih lengkapnya, berikut redaksi Bonanza88 akan mencoba untuk merangkum 5 tanda cewek yang sudah sering banget berhubungan intim.

Lebih menginginkan banyak seks

Semakin banyak pengalaman seksualnya, maka para kaum cewek semakin menginginkan seks lebih banyak lagi.

Jika wanita tersebut sudah mengalami menopause, salah satu efek samping melakukan seks beberapa sekali seminggu adalah penyempitan vagina, yang dapat menyakiti vaginanya ketika berhubungan seks.

Lebih sering mengalami ‘queefing’

Queefing adalah letupan udara yang terdengar ketika kantung udara terdesak keluar dari vagina. Hal ini memang memalukan, tetapi masih dikatakan normal.

Queefing tidak hanya terjadi ketika berhubungan seks. Melakukan kegiatan fisik juga bisa menimbulkan queefing, seperti yoga dan Pilates.

Selalu ingin kencing

Wanita yang sering melakukan hubungan seks biasanya selalu ingin kencing. Hal ini disebabkan kantung kemih mereka dapat terisi ketika melakukan hubungan seks, meskipun sebelumnya sudah kencing.

Sementara itu, terdapat penjelasan lain mengenai hal ini, yaitu karena G-spot membengkak, yang membuat kantung kemih tertekan sehingga terasa seperti ingin kencing lagi.

Wajah menjadi merona

Saat wanita terangsang secara seksual, pembuluh-pembuluh darah di bawah kulit akan membesar, sehingga menimbulkan pendar kemerahan di dada dan wajah.

Merasa sangat santai

Melakukan aktivitas seks dapat menurunkan tingkat stres. Ketika wanita mengalami orgasme, bagian celebral cortex di otaknya akan terhenti.

Itu membuat cingulate cortex dan amygdala mengirim pesan ke bagian-bagian lain dalam otak untuk menghentikan semua gairah seks.

Alhasil, wanita akan merasa santai dan mengantuk karena tercetusnya bahan-bahan kimia perangsang tidur, seperti serotonin dan sejumlah opioid.