Apakah kamu termasuk yang suka dengan pelajaran Sains saat masih duduk di bangku sekolah? Jika iya, maka bersiaplah untuk mengambil pop corn dan duduk sejenak untuk mengetahui fakta kalau ada beberapa pelajaran Sains yang ternyata salah saat dipelajari di Sekolah.

Ketika masih duduk di bangku SMA, umumnya kamu pasti akan memilih untuk belajar ilmu alam (Sains) atau ilmu sosial. Jika kamu termasuk yang dahulu merupakan pecinta ilmu alam atau Sains.

Maka bersiaplah untuk menerima kenyataan kalau sebenarnya apa yang telah dipelajari di bangku sekolah tak sepenuhnya tepat. Mungkin kata salah terlalu kasar karena sebenarnya Sains itu adalah ilmu yang terus berkembang sehingga wajar kalau ada revisi-revisi di kemudian hari.

Seperti yang terjadi pada 4 pelajaran di Sains berikut ini yang ternyata tidak sesuai dengan apa yang kamu pelajari selama ini. Penasaran? Berikut kita rangkum dan hadirkan informasinya hanya kepada kamu.

Birunya Air Laut Bukan Hanya Karena Langit

Dahulu saat masih belajar di Sekolah, kita pasti pernah belajar kalau birunya air laut atau danau merupakan pantulan atau refleksi dari warna langit itu sendiri. Ternyata, sebenarnya birunya air laut tidak sepenuhnya karena warna langit saja.

Pada dasarnya, air laut memang warnanya biru. Molekul air menyerap beberapa persen cahaya dan frekuensi warna merah lebih banyak dari biru.

Dengan kata lain, efek warna langit biru ke laut sangat kecil. Refleksi langit memang berpengaruh, tapi itu hanya jika permukaan airnya sangat tenang dan hanya jika airnya dilihat pada sudut mata kurang dari rata-rata 10 derajat.

Listrik Tak Secepat Cahaya

Banyak buku-buku Sains semasa Sekolah pasti menyebutkan jika listrik atau elektron yang berada di dalam kabel itu bergerak. Bahkan, pergerakan listrik itu hampir secepat cahaya.

Faktanya, elektron atau listrik tadi memiliki massa dan itu artinya ia tak akan menyamai kecepatan cahaya. Hal itu dikarenakan adanya teori relativitas.

Bahkan dalam elektroforesis sekalipun, gerakan lambat dari pengisian listrik bisa dilihat secara langsung. Sehingga tidak mungkin kecepatan listrik menyamai cahaya.

Flu Bukan Karena Cuaca Dingin

Di musim pancaroba seperti sekarang, memang sangat dibutuhkan menjaga kesehatan agar daya tahan tubuh kita tak menurun. Namun ketika cuaca dingin menyerang, penyakit seperti flu pun tak tertahankan lagi, sekiranya begitulah kata buku Sains semasa Sekolah.

Ternyata itu adalah konsep yang salah karena flu umumnya disebabkan bukan oleh cuaca yang dingin. Melainkan dikarenakan infeksi virus influenza yang menyebabkan kita bisa terkena flu.

Pada kenyataannya flu disebabkan oleh serangan virus dan bukan cuaca dingin sama sekali. Virus flu inilah yang kemudian membuat kita menderita hingga badan lemas karena daya tahan tubuh menjadi menurun.

Planet Bercincin Bukan Hanya Saturnus

Suka dengan pelajaran Sains yang membahas tata surya? Jika iya maka coba jawab pertanyaan planet apa yang bercincin? Jawabannya hampir pasti Saturnus, soalnya memang itulah yang ditulis dalam buku Sains.

Padahal, ada beberapa planet lain yang juga memiliki cincin selain Saturnus. Seperti planet Jupiter, Uranus hingga Neptunus yang ternyata juga memiliki cincin sama halnya dengan Saturnus.

Namun dikarenakan cincin pada Saturnus yang lebih terlihat jelas dan lebih menarik dari sisi visual. Membuat kita saat masih sekolah pasti belajar tata surya secara Sains akan menyebut kalau planet bercincin adalah Saturnus saja.