Di era pandemi virus corona, membuat banyak orang beralih hobi menjadi berkebun dengan memelihara sejumlah tanaman hias di halaman rumah.

Namun tidak semua tanaman hias hidup membutuhkan tanah unutuk merawatnya. Sebab ada beberapa jenis yang tidak membutuhkannya sama sekali.

Sehinga perawatannya lebih muda, dan tidak rentan terhadap hama dan penyakit. Selain itu, Anda tidak perlu repot untuk menyiram tanaman hias secara teratur.

Berikut adalah jenis-jenis tanaman hias indoor yang hidupnya dalam media air.

1. Sirih Gading

Sirih merupakan tanaman hias yang paling banyak dimiliki orang, karena menanamnya yang tidak rumit salah satunya adalah sirih gading.

Namun yang paling populer adalah varietas dengan warna kuning keemasan dan hijau. Untuk mulai menanamnya, anda cukup memotong batang sepanjang 15 cm tepat di bawah simpul.

Lalu masukan batang sirih gading itu ke dalam botol kaca atau vas bunga berwarna gelap kemudian isi dengan air.

2. Dieffenbachia

Tanaman hias dieffenbachia memiliki batang yang tebal dan daun yang lebar seperti sri rejeki. Hal ini membuat tanaan hias dieffenbachia menarik untuk ditanam di vas atau botol air.

Untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman hias dieffenbachia, Anda perlu mengganti airnya setiap beberapa minggu. Sedangkan untuk menambah keindahan, gunakan benda-benda dkoratif yang terbuat dari kaca.

3. Tanaman Laba-laba

Tanaman jenis ini sangat cepat pertumbuhannya ketika ditanamn dalam air. Dalam waktu singkat, akar, batang dan daunnya langsung menjaral.

Meski cukup subur, tanaman laba-laba tidak baik jika kelamaan direndam dalam air, karena cepat membusuk.

Sebaiknya, gunakanlah media air untuk meletakkan tanaman laba-laba sebelum memindahkannya ke media tanam berbasis tanah.

4. English Ivy

Pada dasarnya, menanam tanaman hias english ivy dalam air sangat mudah. Namun setelah beberapa bulan, tanaman tersebut harus segera dipindahkan ke media tanah.

Jika Anda terlanjur menikmati pesona tanaman hias ini di akuarium atau kolam air dalam ruangan, sebaiknya ganti dengan stek baru.

Selain itu, mengganti air sesering mungkin juga merupakan langkah yang efektif untuk mencegah pertumbuhan alga.