Babi ngepet, istilah ini belakangan sedang ramai diperbincangkan masyarakat Indonesia. Kehebohan tak lepas dari kabar ditangkapnya seekor babi ngepet di kawasan Depok sana.

Perkara babi ngepet Depok menjadi viral setelah video momen penangkapan beredar di dunia maya. Isi video memperlihatkan aksi warga yang berhasil mengamankan hewan terduga babi ngepet tadi.

Setelah ditelusuri lebih jauh, polisi ternyata menemukan fakta kalau babi ngepet Depok hanyalah hoaks. Benar ada babi yang ditangkap warga, tapi itu bukan babi ngepet.

Artikel edisi Bonanza88 lantas coba membedah fakta-fakta yang selimuti kasus babi ngepet Depok. Mari simak ulasannya bersama!

1. Babi Settingan

Babi yang sudah ditangkap, langsung diamankan oleh warga dalam sebuah kandang. Setelah dilakukan investigasi lebih lanjut oleh Polres Metro Kota Depok, Babi yang ditangkap warga bukan babi ngepet, melainkan babi asli yang sengaja dibeli oleh salah satu warga untuk membuat geger kampungnya.

“Adam Ibrahim tenyata melakukan pembelian seekor babi melalui online dari komunitas kucing Depok, senilai Rp900 ribu dengan ongkos kirim Rp200 ribu. Uang tersebut didapatkan dari saudara Adi Firmanto,” kata Kapolres Metro Depok Kombes Pol. Imran Edwin Siregar dalam keterangan resmi, Kamis (29/4/2021).

2. Alasan Pelaku Pembuat Hoaks

Setelah tau hal ini merupakan akal akalan oknum Ustadz bernama Adam Ibrahim, polisi memanggil 7 orang saksi untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Menurut kesaksian warga kepada polisi, babi yang mereka tangkap merupakan babi yang sudah disiapkan oleh Adam Ibrahim agar dia terkenal dan jemaah majelis taklimnya bertambah.
“Saudara Adam ibrahim telah berbohong dan melakukan penipuan dengan maksud untuk menjadi terkenal dan agar pengikut majelis taklim nya bertambah,” jelas Kapolres Metro Depok

3. Ancaman Hukuman

Kasus pengkapan yang diduga babi ngepet ini memang kasus rekayasa atau settingan yang dilakukan oleh Adam Ibrahim agar menaikan popularitasnya. Namun, tak bisa dipungkiri jika hoaxs yang dilakukan oleh Adam Ibrahim sangat terencana.

Mulai dari membeli babi secara online, sampai mengkordinir warga lewat whatsapp untuk menangkap babi tersebut. Akibat dari kasus ini, Adam Ibrahim dikenakan Pasal 14 ayat 1 dan atau ayat 2 UU nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana. Sang pelaku terancam sanksi kurungan penjara maksimal tiga tahun.