Siapa yang membantah status Lionel Messi sebagai pemain terbaik dalam sejarah sepak bola dunia. Tapi di bawah ini terdapat tiga bukti bahwa dia hanyalah manusia biasa.

Sejak bermain dalam debut profesional bersama Barcelona pada Oktober 2004 kontra Espanyol, dia terus membuktikan dirinya. Hingga sekarang, label pemain terbaik dalam sejarah pun disandangkan pada dirinya.

Dia seringkali melakukan aksi brilian bin mustahil di atas lapangan. Seperti solo run melewati beberapa pemain, mengacak-acak pertahanan lawan, sampai jarak mencetak gol yang dari sudut manapun.

Dia juga sudah mengantongi 34 trofi prestisius di sepanjang kariernya, meski memang kebanyakan dicapai pada level klub. Pencapaian tersebut tidak hanya kolektif secara tim namun juga individual.

Berbicara tentang raihan dan prestasi Messi tampaknya tidak cukup satu artikel, itu membutuhkan satu buku agar dibahas secara lengkap. Tapi dalam artikel ini, kami menemukan sederet bukti bahwa dirinya hanyalah manusia biasa.

Berikut 3 bukti bahwa Lionel Messi hanyalah manusia biasa. Bukan mahkluk planet yang selama ini sering dibercandai oleh banyak fans sepak bola di seantero dunia.

1. Belum Pernah Juara Piala Dunia

Piala Dunia merupakan kompetisi level tertinggi di dunia sepak bola. Oleh karena itu, tidak heran jika turnamen empat tahunan ini dijadikan ajang sebagai penasbihan para pemain terbaik di level klub dan juga negara.

Seperti para pemain terbaik dalam sejarah sepak bola, mulai dari Pele, Gerd Muller, Diego Maradona, Ronaldo Nazario hingga Kylian Mbappe yang saat ini masih belia, sudah pernah mengangkat trofi Piala Dunia. Tapi tidak dengan Messi.

Dia belum pernah mengangkat trofi Piala Dunia bersama negaranya, Timnas Argentina. Pada Piala Dunia 2014 di Brasil, Argentina hampir saja juara, hanya saja mereka digagalkan oleh Jerman di babak final. Sayang sekali.

2. Absen Trofi Liga Champions 6 Musim Terakhir

Jika Piala Dunia masih terlalu sulit, mari kita tengok kiprahnya di level klub saat tampil di Liga Champions. Ini merupakan kompetisi paling elite di sepak bola Eropa.

Saat puasa trofi Liga Champions berlangsung tiga musim beruntun, Lionel Messi bersumpah untuk membawa kembali piala ‘kuping besar’ itu ke Camp Nou. Tapi hingga sekarang, hal tersebut tidak kunjung terjadi.

Bahkan musim ini, mereka sudah tersingkir dari PSG di babak 16 besar Liga Champions. Messi mau tidak mau harus bertahan setahun lagi di Blaugrana untuk menggenapi sumpahnya tersebut.

3. Selalu Gagal Juara Copa America

Yang terakhir kembali lagi ke kancah internasional bersama tim nasional. Messi lagi-lagi terbukti hanyalah manusia biasa, ketika melihat Timnas Argentina tidak kunjung juara Copa America saat sang pemain masuk skuat.

Argentina sendiri merupakan negara yang rutin menyumbang pemain dalam jajaran pesepakbola terbaik di dunia. Tapi terakhir kali juara Copa America, adalah pada kompetisi musim 1993 silam.

Kemunculan Messi pun diharapkan bisa jadi oase untuk Timnas Argentina. Tapi hal tersebut tidak kunjung terjadi, padahal mereka sudah dua kali mencapai final Copa America. Hanya saja, Chile dua kali menjadi penjegal langkah mereka di final kompetisi tersebut.