Di masa pandemi ini, penghematan atau pengiritan uang harus dilakukann karena harus diakui PHK terjadi di mana-mana. Atau paling tidak, banyak yang masih bertahan tapi gajinya kena  potong yang cukup banyak.

Belum lagi, harga bahan pokok kebutuhan sehari-hari yang terus naik dan naik hingga kita jadi sulit untuk memenuhinya. Oleh karena itu, berinvestasi di dunia saham menjadi salah satu solusi yang tengah diambil oleh banyak orang.

Masalahnya adalah kamu merupakan seorang pemula, maka sebaiknya harus tahu lebih dulu 10 hal dan istilah dalam saham. Untuk itu berikut kamu hadirkan bagian pertamanya terlebih dahulu.

Emitnen dan Efek

Hal pertama yang harus kamu ketahui adalah emitnen dan efek. Emitnen adalah pihak yang menerbitkan dan menjual efek kepada masyarakat berdasarkan undang-undang.

Ada banyak contoh emitnen seperti PT Bank Central Asia Tbk, PT Sampoerna Agro Tbk, PT Unilever Indonesia Tbk, hingga PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Sedangkan efek adalah surat berharga seperti surat pengakuan utang, saham, Obligasi dan lain-lain.

Bullish dan Bearish

Hal kedua yang harus kamu ketahui adalah Bullish dan Bearish. Bullish adalah pergerakan saham yang cenderung meningkat dalam jangka waktu tertentu.

Sedangkan Bearish adalah ketika pergerakan harga saham cenderung menurun. Dengan kata lain, Bearish adalah kebalikannya Bullish.

Saham Blue Chip, Middle Cap, dan Small Cap

Hal ketiga yang harus dan wajib kamu ketahui dari saham adalah saham blue chip, middle cap dan small cap. Blue chip adalah saham lapis satu yang memiliki reputasi baik dan kapitalisasi pasar di atas 10 triliun rupiah.

Sedangkann middle cap adalah saham lapis dua dengan kapitalisasi pasar mencapai 500 hingga 10 triliun rupiah. Sementara itu kalau small cap adalah saham lapis ketiga yang memiliki kapitalisasi pasar mencapai di bawah 500 miliar rupiah.

Profit Taking, Cut Loss dan Stop Loss

Istilah keempat yanng harus kamu ketahui sebagai pemula di dunia saham adalah profit taking, cut loss dan stop loss. Profit taking adalah suatu aksi ketika investor menjual seluruh atau sebagian lot saham saat harganya lebih tinggi dari harga beli.

Kalau cut loss adalah kebalikannya dari profit taking alias rugi. Sementara itu kalau stop loss merupakan aksi menjual saham di harga tertentu atau dengan kata lain membatasi kerugian.

Dividen

Terakhir untuk bagian ini atau hal kelima adalah dividen. Dividen sendiri adalah keuntungan yang diperoleh perusahaan dan akan dibagikan kepada pemegang saham.

Tapi kalau perusahaan sedang tidak untung, maka dividen pun tak akan dibagikan. Itulah tadi 5 hal pertama yang harus kamu tahu sebagai pemula di dunia saham, berikutnya ada 5 hal lain di artikel selanjutnya.